1.Pengertian VIRTUALISASI
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, virtual berarti (secara) nyata,
sedangkan akhiran –isasi menyatakan makna melakukan, proses, usaha, atau
kegiatan. Berarti virtualisasi adalah proses menyatakan atau membuat
sesuatu menjadi nyata. Sedangkan dalam ilmu komputer, virtualisasi bisa
diartikan sebagai pembuatan suatu bentuk simulasi dari sesuatu yang
asalnya bersifat fisik, misalnya sistem operasi, perangkat penyimpanan
data atau sumber daya jaringan. Definisi lainnya adalah "sebuah teknik
untuk menyembunyikan karakteristik fisik dari sumber daya komputer dari
bagaimana cara sistem lain, aplikasi atau pengguna berinteraksi dengan
sumber daya tersebut. Hal ini termasuk membuat sebuah sumber daya
tunggal (seperti server, sebuah sistem operasi, sebuah aplikasi, atau
peralatan penyimpanan terlihat berfungsi sebagai beberapa sumber daya
logikal; atau dapat juga termasuk definisi untuk membuat beberapa sumber
daya fisik (seperti beberapa peralatan penyimpanan atau server)
terlihat sebagai satu sumber daya logikal.”
Dalam ilmu komputer, Ada dua jenis virtualisasi yaitu virtualisasi penuh dan virtualisasi paruh. Virtualisasi penuh maksudnya mensimulasikan secara lengkap
Hal-hal yang mendasari suatu perangkat, sedangkan virtualisasi paruh hanya mensimulasikan beberapa hal dari perangkat tersebut. Virtualisasi paruh lebih mudah dijalankan daripaada virtualisasi penuh, akan tetapi virtualisasi paruh memiliki kekurangan dalam hal compatibility/kesesuaian. Virtualisasi dapat diimplementasikan ke dalam berbagai bentuk, antara lain :
1. Network Virtualization : VLAN, Virtual IP (untclustering), Multilink
2. Memory Virtualization : pooling memory dari node-node di cluster
3. Grid Computing : banyak komputer = satu
4. Application Virtualization : Dosemu, Wine
5. Storage Virtualization : RAID, LVM
6. Platform Virtualization : virtual computer
Dalam ilmu komputer, Ada dua jenis virtualisasi yaitu virtualisasi penuh dan virtualisasi paruh. Virtualisasi penuh maksudnya mensimulasikan secara lengkap
Hal-hal yang mendasari suatu perangkat, sedangkan virtualisasi paruh hanya mensimulasikan beberapa hal dari perangkat tersebut. Virtualisasi paruh lebih mudah dijalankan daripaada virtualisasi penuh, akan tetapi virtualisasi paruh memiliki kekurangan dalam hal compatibility/kesesuaian. Virtualisasi dapat diimplementasikan ke dalam berbagai bentuk, antara lain :
1. Network Virtualization : VLAN, Virtual IP (untclustering), Multilink
2. Memory Virtualization : pooling memory dari node-node di cluster
3. Grid Computing : banyak komputer = satu
4. Application Virtualization : Dosemu, Wine
5. Storage Virtualization : RAID, LVM
6. Platform Virtualization : virtual computer
Platform virtualisasi digambarkan sebagai berikut:
Ada sebuah hardware komputer dengan sistem operasinya (host; control
program) yang menciptakan simulasi dari komputer yang lain dengan sistem
operasinya sendiri sebagai guest software-nya. Guest software tidak
selalu dibatasi oleh aplikasi pengguna, banyak host yang mengizinkan
host mengeksekusi secara lengkap sistem operasinya. Nantinya guest
software akan bekerja terhubung dengan hardware yang dimiliki komputer
host. Akses dari guest ke system resources seperti akses jaringan,
keyboard, disk storage dan sebagainya secara umum akan dikontrol oleh
host dengan penggunaan prosesor dan sistem memori yang terbatas.
Beberapa alasan virtualisasi:
1. Dalam hal penggabungan server, banyak server kecil yang digantikan
dengan satu server besar dengan tujuan untuk mengurangi jumlah hardware
yang memiliki harga tinggi seperti CPU. Meskipun hardware dijadikan satu
seperti itu, sistem operasinya tidak digabung. Masing-masing sistem
operasi yang berjalan pada satu server tersebut akan menjadi sebuah
sistem operasi yang berjalan sendiri secara virtual. Jadi satu server
yang besar itu dapat menjadi host bagi beberapa guest.
2. Dengan penggabungan hardware seperti yang diterangkan diatas, kita juga dapat mengurangi penggunaan energi.
3. kita akan lebih mudah mengontrol mesin virtual daripada mengontrol hardware yang sebenarnya, konfigurasi bagi mesin virtual juga lebih fleksibel.
3. kita akan lebih mudah mengontrol mesin virtual daripada mengontrol hardware yang sebenarnya, konfigurasi bagi mesin virtual juga lebih fleksibel.
4. Mesin virtual dapat diletakkan pada komputer host lain sesuai kebutuhan kita.
5. Error yang terjadi pada mesin virtual tidak akan membahayakan sistem
komputer host, sehingga mesin virtual sangat cocok bagi orang yang hobi
utak-atik sistem operasi.
Dalam hal virtualisasi sistem operasi, saya akan memeberikan 5 contoh software pengelola mesin virtual yang sering digunakan:
a.Virtual Box
b.Parallels
c.VMWare
d.Qemu
e.Windows Virtual PC (Windows)
Dalam berbagai suatu hal banyak yang memiliki kelebihan dan
kekurangan,nah dalam hal ini,virtualisasi juga memiliki beberapa
kelebihan dan kekurangan,diantaranya :
1.Keuntungan
a. Pengurangan Biaya pembelian hardware
b. Kemudahan Backup dan Recovery
c. Kemudahan penyebaran,maksudnya server dapat dikoning sebanyak mungkin dan dapat digunakan di mesin lain.
d. Mengurangi Panas
e. Mengurangi biaya space
f. Kemudahan maintenance dan pengelolaan
g. Kemudahan replacement
2.Kekurangan
1.Masalah terpusat
2. Membutuhkan spesifikasi hardware yang tinggi
3.Pusat serangan terpusat
2. Tujuan Digunakannya Virtual
Untuk testing software sehingga apabila ada
terjadi masalah atau virus sekalipun maka PC benerannya tidak akan
kena imbasnya karena segala yang terjadi hanya di dalam virtual pc
itu sendiri. Penanggulangannya semudah menghapus sebuah file dan
menciptakan virtual pc yang baru.Tujuan lain dari virtualisasi adalah
untuk memaksimalkan pemanfaatan sebuah fasilitas infrastructure
seperti processor, network, dan communication channel. Tanpa disadari
bahwa processor lebih banyak nganggurnya daripada sibuk bekerja.
Referensi:
Sekian informasi yang dapat saya bagikan kepada teman-teman semua dan semoga dapat memberikan manfaat bagi teman-teman.....................
-----------Terimakasih-------------



