Kamis, 30 Juni 2016

VIRTUALISASI


Hasil gambar untuk virtualisasi

 

1.Pengertian VIRTUALISASI



           Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, virtual berarti (secara) nyata, sedangkan akhiran –isasi menyatakan makna melakukan, proses, usaha, atau kegiatan. Berarti virtualisasi adalah proses menyatakan atau membuat sesuatu menjadi nyata. Sedangkan dalam ilmu komputer, virtualisasi bisa diartikan sebagai pembuatan suatu bentuk simulasi dari sesuatu yang asalnya bersifat fisik, misalnya sistem operasi, perangkat penyimpanan data atau sumber daya jaringan. Definisi lainnya adalah "sebuah teknik untuk menyembunyikan karakteristik fisik dari sumber daya komputer dari bagaimana cara sistem lain, aplikasi atau pengguna berinteraksi dengan sumber daya tersebut. Hal ini termasuk membuat sebuah sumber daya tunggal (seperti server, sebuah sistem operasi, sebuah aplikasi, atau peralatan penyimpanan terlihat berfungsi sebagai beberapa sumber daya logikal; atau dapat juga termasuk definisi untuk membuat beberapa sumber daya fisik (seperti beberapa peralatan penyimpanan atau server) terlihat sebagai satu sumber daya logikal.”
        Dalam ilmu komputer, Ada dua jenis virtualisasi yaitu virtualisasi penuh dan virtualisasi paruh. Virtualisasi penuh maksudnya mensimulasikan secara lengkap
Hal-hal yang mendasari suatu perangkat, sedangkan virtualisasi paruh hanya mensimulasikan beberapa hal dari perangkat tersebut. Virtualisasi paruh lebih mudah dijalankan daripaada virtualisasi penuh, akan tetapi virtualisasi paruh memiliki kekurangan dalam hal compatibility/kesesuaian. Virtualisasi dapat diimplementasikan ke dalam berbagai bentuk, antara lain :
1. Network Virtualization : VLAN, Virtual IP (untclustering), Multilink
2. Memory Virtualization : pooling memory dari node-node di cluster
3. Grid Computing : banyak komputer = satu
4. Application Virtualization : Dosemu, Wine
5. Storage Virtualization : RAID, LVM
6. Platform Virtualization : virtual computer



Platform virtualisasi digambarkan sebagai berikut:

       Ada sebuah hardware komputer dengan sistem operasinya (host; control program) yang menciptakan simulasi dari komputer yang lain dengan sistem operasinya sendiri sebagai guest software-nya. Guest software tidak selalu dibatasi oleh aplikasi pengguna, banyak host yang mengizinkan host mengeksekusi secara lengkap sistem operasinya. Nantinya guest software akan bekerja terhubung dengan hardware yang dimiliki komputer host. Akses dari guest ke system resources seperti akses jaringan, keyboard, disk storage dan sebagainya secara umum akan dikontrol oleh host dengan penggunaan prosesor dan sistem memori yang terbatas. 
Beberapa alasan virtualisasi:



1. Dalam hal penggabungan server, banyak server kecil yang digantikan dengan satu server besar dengan tujuan untuk mengurangi jumlah hardware yang memiliki harga tinggi seperti CPU. Meskipun hardware dijadikan satu seperti itu, sistem operasinya tidak digabung. Masing-masing sistem operasi yang berjalan pada satu server tersebut akan menjadi sebuah sistem operasi yang berjalan sendiri secara virtual. Jadi satu server yang besar itu dapat menjadi host bagi beberapa guest.

2. Dengan penggabungan hardware seperti yang diterangkan diatas, kita juga dapat mengurangi penggunaan energi.
3. kita akan lebih mudah mengontrol mesin virtual daripada mengontrol hardware yang sebenarnya, konfigurasi bagi mesin virtual juga lebih fleksibel.

4. Mesin virtual dapat diletakkan pada komputer host lain sesuai kebutuhan kita.

5. Error yang terjadi pada mesin virtual tidak akan membahayakan sistem komputer host, sehingga mesin virtual sangat cocok bagi orang yang hobi utak-atik sistem operasi.



Dalam hal virtualisasi sistem operasi, saya akan memeberikan 5 contoh software pengelola mesin virtual yang sering digunakan:

a.Virtual Box

b.Parallels

c.VMWare

d.Qemu

e.Windows Virtual PC (Windows)



Dalam berbagai suatu hal banyak yang memiliki kelebihan dan kekurangan,nah dalam hal ini,virtualisasi juga memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan,diantaranya :

1.Keuntungan

a. Pengurangan Biaya pembelian hardware

b. Kemudahan Backup dan Recovery

c. Kemudahan penyebaran,maksudnya server dapat dikoning sebanyak mungkin dan dapat digunakan di mesin lain.

d. Mengurangi Panas

e. Mengurangi biaya space

f. Kemudahan maintenance dan pengelolaan 

g. Kemudahan replacement



2.Kekurangan

1.Masalah terpusat

2. Membutuhkan spesifikasi hardware yang tinggi

3.Pusat serangan terpusat
2. Tujuan Digunakannya Virtual
 
             Untuk testing software sehingga apabila ada terjadi masalah atau virus sekalipun maka PC benerannya tidak akan kena imbasnya karena segala yang terjadi hanya di dalam virtual pc itu sendiri. Penanggulangannya semudah menghapus sebuah file dan menciptakan virtual pc yang baru.Tujuan lain dari virtualisasi adalah untuk memaksimalkan pemanfaatan sebuah fasilitas infrastructure seperti processor, network, dan communication channel. Tanpa disadari bahwa processor lebih banyak nganggurnya daripada sibuk bekerja. 



 Referensi:
 Sekian informasi yang dapat saya bagikan kepada teman-teman semua dan semoga dapat memberikan manfaat bagi teman-teman.....................
-----------Terimakasih-------------


Rabu, 29 Juni 2016

setting mikrotik RB750

Hasil gambar untuk mikrotik rb750

Assalamualaikum wr.wb.
hay teman..............
saya disini akan berbagi sedikit tentang mikrotik 

1.Pengertian Mikrotik
Mikrotik adalah perusahaan kecil berkantor pusat di Latvia, yang dibentuk oleh John Trully dan Arnis Riekstins.

2.Sejarah Mikrotik

Pada tahun 1996 John dan Arnis memulai dengan sistem Linux dan MS DOS yang dikombinasikan dengan teknologi Wireless LAN (W-LAN) Aeronet berkecepatan 2Mbps di Moldova. Barulah kemudian melayani lima pelanggannya di Latvia, karena ambisi mereka adalah membuat satu peranti lunak router yang handal dan disebarkan ke seluruh dunia. Prinsip dasar MikroTik bukan membuat Wireless ISP (WISP), tapi membuat program router yang handal dan dapat dijalankan di seluruh dunia. Hingga kini, MikroTik telah melayani sekitar empat ratusan pelanggannya.[3]
Linux yang mereka gunakan pertama kali adalah Kernel 2.2 yang dikembangkan secara bersama-sama dengan bantuan 5 - 15 orang staf R&D Mikrotik yang sekarang menguasai dunia routing di negara-negara berkembang.[3] Selain staf di lingkungan Mikrotik, menurut Arnis, mereka merekrut juga tenaga-tenaga lepas dan pihak ketiga yang dengan intensif mengembangkan Mikrotik secara maraton.[3]

 3.Jenis - Jenis MikroTik


  • RouterOS merupakan sistem operasi yang digunakan sebagai network router. MikroTik routerOS sendiri adalah sistem operasi dan perangkat lunak yang dapat digunakan untuk menjadikan komputer biasa menjadi router network yang handal , mencakup berbagai fitur yang dibuat untuk ip network dan jaringan wireless .Fitur-fitur tersebut diantaranya : Firewall & NAT , Routing , Hostpot , Point to Point Tunneling Protocol , DNS server , DHCP server , dan masih banyak lagi . MikroTik routerOS merupakan sistem operasi linux base yang diperuntukkan sebagai network router . Didesain untuk memberikan kemudahan bagi penggunanya . Administrasinya bisa dilakukan pada PC . PC ynag akan dijadikan router mikrotik pun tidak memerlukan resource yang cukup besar untuk penggunaan standard , misalnya hanya sebagai gateway . Untuk keperluan beban yang besar ( network yang kompleks , routing yang rumit ) disarankan untuk mempertimbangkan pemilihan sumber daya PC yang memadai.


4.Fitur MikroTik routerOS
a. IP Routing adalah proses yang digunakan untuk menentukan jalan mana yang paket atau datagram dapat dikirim.
  • Static routing , dibangun pada jaringan yang memiliki banyak gateway . Jenis ini hanya memungkinkan untuk jaringan kecil dan stabil .
  • Dynamic routing , biasanya digunakan pada jaringan yang memiliki lebih dari satu rute . Dynamic routing memerlukan routing protocol untuk membuat tabel routing yang dapat memakan resource komputer .
  •   Multicast routing , alamat yang digunakan untuk menyampaikan satu paket kepada banyak penerima .
b. Interface
Ethernet , V35 , G703 , ISDN , Dial Up Modem
Wireless : PTP, PTMP, Nstream, WDS, Mesh
Bridge , Bonding, STP, RSTP
Tunnel : EoIP, IPSec, IPIP, L2TP, PPPoE, PPTP
VLAN, MPLS, OPenVPN, SSTP 
c. Firewall
Mangle, NAT, Address List, Filter Rules, L7 protocol
d. Bandwidth Management
 HTB, PFIFO, BFIFO, SFQ, PCQ, RED
e.  Services (Server)
Proxy (cache), Hotspot , DHCP, IP Pool, DNS, NTP, Radius Server (User-Manager)
f. AAA
Radius client , PPP
IP  Accounting , Trafic Flow
g. Monitoring
Graphs, Watchdog, Torch, Custom Log, SNMP, The Dude Monitoring Tools
h. Diagnostic Tools & Scripting
Ping , TCP Ping , Tracert, Network Monitoring, Traffic Monitoring, Scheduller, Scripting
i. VRRP



Dua metode untuk mempelajari rute melalui jaringan adalah :

  • Rute static : rute yang dipelajari oleh router ketika seorang administrator membentuk rute secara manual.
  • Rute dinamic : rute secara dinamik dipelajari oleh router setelah seorang administrator mengkonfigurasi sebuah protokol routing yang membantu menentukan rute .

            RouterBoard adalah router embedded produksi dari MikroTik . RouterBoard seperti sebuah pc mini yang terintregasi karena dalam sebuah board tertanam processor , ram , ro , dan memori flash . RouterBoard mengguanakan OS routerOS yang berfungsi sebagai router jaringan , bandwith management , proxy sever , dns server , dhcp server dan bisa juga sebagai hotspot server . 


 


a) RouterBoard untuk wireless 

 b) RouterBoard untuk di dalam ruangan

 c) Varian RouterBoard

5.Media Installasi MikroTik
a) Harddisk
b) CF Disk
c) DOM (Disk On Module)
    SATA DOM (coming soon on mikrotik.co.id)
d) USB Flash Disk
    komputer harus bisa booting dari USB (setting BIOS)
e) RouterBoard

6.Fungsi Mikrotik

Router Mikrotik bisa digunakan pada jaringan komputer berskala kecil atau besar, hal ini tentunya disesuaikan pada resource daripada komputer itu sendiri. Jika mikrotik digunakan untuk mengatur network kecil maka penggunaan perangkat komputernya bisa yang biasa-biasa saja, namun jika yang ditanganinya adalah jaringan berskala besar seperti kelas ISP maka penggunaan perangkat komputernya pun harus yang benar-benar handal yang memiliki spesifikasi tinggi.



7.Kelebihan Router board dibandingkan Router OS

a) Lebih hemat biaya, karena harga lisensi router board jauh lebih murah di banding router OS (yang selevel)

b) Lebih hemat listrik, contoh RB750 konsumsilistrik hanya 2.5 watt saja.

c) Tidak ribet instal, cukup nyalakan setting maka router sudah bisa digunakan.

d) Cocok sebagai router yang beban kerjanya kecil hingga menengah, untuk yang berat bisa membeli routerboad spek tinggi tentu dengan harga yang tinggi juga

 
8.Kekurangan Router board di bandingkan Router OS

a)  Spek hardwarenya terbatas (CPU, Main Storage/NAND,RAM)

b)  Kurang bagus bila digunakan sebagai Web Proxy Internal

c)  Bila ada kerusakan di hardware yang tidak parah masih bisa di perbaiki tapi kalau parah terpaksa beli yang baru dan Tidak bisa upgarde hardware.

9. Alat dan Bahan

1. MikroTik RB750

2. Netbook/Laptop

3. Kabel UTP

4. Koneksi Internet
 

10. Langkah Kerja
 1. Reset MikroTik RB750
 a. Reset Manual

1. Pencet tombol reset menggunakan pulpen/benda yang memiliki ujung kecil dan tahan sambil tancapkan kabel power
2. Tetap tahan dan tunggu hingga lampu ACT berkedip-kedip
3. MikroTik RB750 selesai di reset.


b. Reset Otomatis

1. Masuk ke winbox menggunakan MAC Address
2. Klik System - Reset Configuration
 
2. Setting MikroTik RB750
 

  1. 1. Persiapkan alat dan bahan

  1. 2. Masuk ke Network Connentions

  1. 3. Create Ethernet

  1. 4. Pastikan MAC Address diisikan

  • 5. Isi IP Address dengan 

           Gateway : 192.168.88.1

  1. 6. Buka Winbox, connect dengan MAC Address. Kenapa harus dengan MAC Address? Karena kita menyetting MikroTik berdasarkan penerapan OSI Layer, dan setelah kita mengatur koneksi secara fisik (Layer 1 = Physical) yaitu (melalui Wi-Fi/Ethernet/dll.), kita harus melalui Layer 2 terlebih dahulu, yaitu MAC Address.
 

  1. 7. Setelah masuk ke Winbox, muncul kotak dialog, pilih Remove Configuration

         Kenapa di Remove Configuration? Karena secara default pada saat             dinyalakan MikroTik sudah memiliki setingan defaultnya.

  1. 8. Jendela MikroTik akan otomatis keluar. Masuk lagi dengan MAC Address dan klik Connect

  1. 9. Klik System - Identity, beri hostname MikroTik Anda. Misal pada MikroTik saya, MikroTik-SMK Sanjaya

        10. Klik Interface, beri nama masing-masing Ethernet

           Misalkan :Eth 1 : WAN (kabel dari sumber internet)

                            Eth 2 : SERVER
                       Eth 3 : R. BLC
                       Eth 4 : R. PRESENTASI
                      Eth 5 : Hotspot
 

Sedangkan indikator R pada interface  berarti Running (sedang berjalan).
 
 
  11. Klik IP-Adresses dan beri masing-masing IP Address pada masing- masing ethernet, kecuali untuk ethernet 1 yang langsung dari internet.            Kemudian beri nama masing-masing ethernet.
       Misalkan :Eth 2 : 192.168.140.2/29 = IP SERVER
                        Eth 3 : 192.168.141.3/25 = IP R. BLC
                        Eth 4 : 192.168.142.4/29 = IP R. PRESENTASI
                        Eth 5 : 192.168.143.5/26 = IP HOTSPOT
          


    12. Klik IP-DNS, kemudian masukkan DNS seperti berikut :                 ***.***.*.**          (ganti tanda * dengan angka DNS)
            ***.***.*.***

 
Jangan lupa beri checklist pada Allow Remote Requests .
Jika IP didapat secara otomatis, aktifkan dengan DHCP Client, cocokan port yang terhubung langsung ke internet (eth 1).
 
13. Di sini saya menggunakan Dial-Out, jadikKlik Interface, klik (+), pilih PPPoE Client dan isikan user name dan password.

 
14. Klik IP-Firewall-NAT dengan Chain : srcnat dan Action = Masquerade

3. Setting Hotspot
1. Klik IP-Hotspot-Hotspot Setup-klik next sampai DNS dan isi domain name, misal nama sekolah saya (smksanjaya), next sampai selesai

 Referensi:
Sekian informasi yang saya postingkan semoga bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan bagi kita semua......
---------Terimakasih----------
Wasalamualaikum Wr.Wb



Selasa, 28 Juni 2016

MANAJEMEN PROYEK



Assalamualaikum Wr.Wb.
Hasil gambar untuk manajemen proyek
1. Pengertian Manajemen Proyek

            Manajemen proyek adalah sebuah disiplin keilmuan dalam hal perencanaan, pengorganisasian, pengelolaan (menjalankan serta pengendalian), untuk dapat mencapai tujuan-tujuan proyek. Proyek adalah sebuah kegiatan yang bersifat sementara yang telah ditetapkan awal pekerjaannya dan waktu selesainya (dan biasanya selalu dibatasi oleh waktu, dan seringkali juga dibatasi oleh sumber pendanaan), untuk mencapai tujuan dan hasil yang spesifik dan unik,[1] dan pada umumnya untuk menghasilkan sebuah perubahan yang bermanfaat atau yang mempunyai nilai tambah. Proyek selalu bersifat sementara atau temporer dan sangat kontras dengan bisnis pada umumnya (Operasi-Produksi)[2], dimana Operasi-Produksi mempunyai sifat perulangan (repetitif), dan aktifitasnya biasanya bersifat permanen atau mungkin semi permanen untuk menghasilkan produk atau layanan (jasa/servis). Pada prakteknya, tipe manajemen pada kedua sistem ini sering berbeda, dengan kemampuan teknis dan keputusan manajemen strategis yang spesifik.
Tantangan utama sebuah proyek adalah mencapai sasaran-sasaran dan tujuan proyek dengan menyadari adanya batasan-batasan yang telah dipahami sebelumnya. [3] Pada umumnya batasan-batasan itu adalah ruang lingkup pekerjaan, waktu pekerjaan dan anggaran pekerjaan. Dan hal ini biasanya disebut dengan "triple constrains" atau "tiga batasan". Dengan semakin meningkatnya kesadaran akan harkat dan martabat individu dalam menjalankan proyek, maka batasan ini kemudian berkembang dengan ditambahkan dengan batasan keempat yaitu faktor keselamatan. Tantangan selanjutnya adalah bagaimana mengoptimasikan dan pengalokasian semua sumber daya dan mengintegrasikannya untuk mencapai tujuan proyek yang telah ditentukan.[4]


2. Pinsip Umum Manajemen Projek

           George R. Terry telah merumuskan fungsi-fungsi tersebut sebagai POAC ( Planning , Organizing , Actuating dan Controlling)

  • Planning (perencanaan)
  • Organizing (pengorganisasian)
  • Actating (penggerakan)
  • Controlling (Pengendalian)
A. Planning (Perencanaan)
Planning adalah proses yang secara sistematis mempersiapkan kegiatan guna mencapai tujuan dan sasaran tertentu. Kegiatan diartikan sebagai kegiatan yang dilakukan dalam rangka pekerjaan konstruksi, baik yang menjadi tanggung jawab pelaksana (kontraktor) maupun pengawas (konsultan). Kontraktor maupun konsultan, harus mempunyai konsep planning” yang tepat untuk mencapai tujuan sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing.
Pada proses planning perlu diketahui hal-hal sebagai berikut :
  • Permasalahan yang terkait dengan tujuan dan sumber daya yang tersedia.
  • Cara mencapai tujuan dan sasaran dengan memperhatikan sumber daya yang tersedia.
  • Penerjemahan rencana kedalam program-program kegiatan yang kongkrit.
  • Penetapan jangka waktu yang dapat disediakan guna mencapai tujuan dan sasaran.

B. Organizing (Pengorganisasian)
Organizing (pengorganisasian kerja) dimaksudkan sebagai pengaturan atas suatu kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok orang, dipimpin oleh pimpinan kelompok dalam suatu wadah organisasi. Wadah organisasi ini menggambarkan hubungan-hubungan struktural dan fungsional yang diperlukan untuk menyalurkan tanggung jawab, sumber daya maupun data.
Dalam proses manajemen, organisasi berfungsi untuk :
  • menjamin terpeliharanya koordinasi dengan baik.
  • membantu pimpinannya dalam menggerakkan fungsi-fungsi manajemen.
  • mempersatukan pemikiran dari satuan organisasi yang lebih kecil yang berada di dalam kordinasinya.

Dalam fungsi organizing, koordinasi merupakan mekanisme hubungan struktural maupun fungsional yang secara konsisten harus dijalankan. Koordinasi dapat dilakukan melalui mekanisme :
  • koordinasi vertikal (menggambarkan fungsi komando),
  • koordinasi horizontal (menggambarkan interaksi satu level); dan
  • koordinasi diagonal (menggambarkan interaksi berbeda level tapi di luar fungsi komando).

Koordinasi vertikal dan bersifat hirarkis :
  • Pelaksana Konstruksi : koordinasi antara General Superintendant dengan Material Superintendant atau dengan Construction Engineer atau dengan Equipment Superintendant.
  • Field Supervision Team, koordinasi antara Site Engineer dengan Quantity Engineer atau dengan Quality Engineer merupakan koordinasi vertikal dan bersifat hirarkis.

Koordinasi horizontal dan bersifat satu level :
  • Pelaksanaan konstruksi, koordinasi antara Material Superintendant dengan Construction Engineer atau dengan Equipment Superintendant merupakan.
  • Field Supervision Team, koordinasi antara Quantity Engineer atau dengan Quality Engineer merupakan koordinasi horizontal dan bersifat satu level.

Koordinasi diagonal :
Koordinasi antara General Superintendant dengan Site Engineer merupakan koordinasi horizontal dan bersifat satu level, sedangkan koordinasi antara Kepala Satuan Kerja Pekerjaan Civil Works dengan General Superintendant atau dengan Site Engineer merupakan koordinasi vertikal.
C. Actuating (Penggerakan)
Actuating diartikan sebagai fungsi manajemen untuk menggerakkan orang yang tergabung dalam organisasi agar melakukan kegiatan yang telah ditetapkan di dalam planning. Pada tahap ini diperlukan kemampuan pimpinan kelompok untuk menggerakkan; mengarahkan; dan memberikan motivasi kepada anggota kelompoknya untuk secara bersama-sama memberikan kontribusi dalam menyukseskan manajemen proyek mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan.
Berikut ini beberapa metoda mensukseskan “actuating” yang dikemukakan oleh George R. Terry, yaitu:
  • Hargailah seseorang apapun tugasnya sehingga ia merasa keberadaannya di dalam kelompok atau organisasi menjadi penting.
  • Instruksi yang dikeluarkan seorang pimpinan harus dibuat dengan mempertimbangkan adanya perbedaan individual dari pegawainya, hingga dapat dilaksanakan dengan tepat oleh pegawainya.
  • Perlu ada pedoman kerja yang jelas, singkat, mudah difahami dan dilaksanakan oleh pegawainya.
  • Lakukan praktek partisipasi dalam manajemen guna menjalin kebersamaan dalam penyelenggaraan manajemen, hingga setiap pegawai dapat difungsikan sepenuhnya sebagai bagian dari organisasi.
  • Upayakan memahami hak pegawai termasuk urusan kesejahteraan, sehingga tumbuh sense of belonging dari pegawai tersebut terhadap tempat bekerja yang diikutinya.
  • Pimpinan perlu menjadi pendengar yang baik, agar dapat memahami dengan benar apa yang melatarbelakangi keluhan pegawai, sehingga dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam pengambilan sesuatu keputusan.
  • Seorang pimpinan perlu mencegah untuk memberikan argumentasi sebagai pembenaran atas keputusan yang diambilnya, oleh karena pada umumnya semua orang tidak suka pada alasan apalagi kalau dicari-cari agar bisa memberikan dalih pembenaran atas keputusannya.
  • Jangan berbuat sesuatu yang menimbulkan sentimen dari orang lain atau orang lain menjadi naik emosinya.
  • Pimpinan dapat melakukan teknik persuasi dengan cara bertanya sehingga tidak dirasakan sebagai tekanan oleh pegawainya.
  • Perlu melakukan pengawasan untuk meningkatkan kinerja pegawai, namun haruslah dengan cara-cara yang tidak boleh mematikan kreativitas pegawai.

D. Controlling (Pengendalian)
Controlling diartikan sebagai kegiatan guna menjamin pekerjaan yang telah dilaksanakan sesuai dengan rencana. Didalam manajemen proyek jalan atau jembatan, controlling terhadap pekerjaan kontraktor dilakukan oleh konsultan melalui kontrak supervisi, dimana pelaksanaan pekerjaan konstruksinya dilakukan oleh kontraktor. Pengawas Umum (General Superintendat) berkewajiban melakukan Pengendalian (secara berjenjang) terhadap pekerjaan yang dilakukan oleh staf di bawah kendalinya yaitu Site Administration, Quantity Surveyor, Materials Superintendant, Construction Engineer, dan Equipment Engineer untuk memastikan masing-masing staf sudah melakukan tugasnya dalam koridor “jaminan kualitas (quality assurance)”. Sehingga, tahap-tahap pencapaian sasaran sebagaimana direncanakan dapat dipenuhi.
Kegiatan ini berlaku juga dalam kegiatan internal konsultan supervisi, dalam artian, kepada pihak luar konsultan supervisi itu bertugas mengawasi kontraktor, selain itu secara internal Site Engineer juga melakukan controlling terhadap Quantity Engineer dan Quality Engineer. Secara keseluruhan internal controlling ini dapat mendorong kinerja konsultan supervisi lebih baik di dalam mengawasi pekerjaan kontraktor.
Ruang lingkup kegiatan controlling mencakup pengawasan atas seluruh aspek pelaksanaan rencana, antara lain adalah:
  • Produk pekerjaan, baik secara kualitatif maupun kuantitatif
  • Seluruh sumber-sumber daya yang digunakan (manusia, uang , peralatan, bahan)
  • Prosedur dan cara kerjanya
  • Kebijaksanaan teknis yang diambil selama proses pencapaian sasaran.

Controlling harus bersifat obyektif dan harus dapat menemukan fakta-fakta tentang pelaksanaan pekerjaan di lapangan dan berbagai faktor yang mempengaruhinya. Rujukan untuk menilainya adalah memperbandingkan antara rencana dan pelaksanaan, untuk memahami kemungkinan terjadinya penyimpangan.

3. Referensi


    Sekian sharing dari blog ini ada kurang dan lebihnya kami mohon maaf...

                                            Terimakasih !!!!!!!